When Nostalgia Feels Necessary

KawanWH, kenapa ya makin ke sini media sosial terasa semakin exhausting? Padahal, dulu cuma buat seru-seruan aja. Nah, mungkin itu jadi salah satu alasan kenapa akhir-akhir ini kita sering menemukan beberapa orang yang mengupload foto atau video mereka di tahun-tahun sebelumnya pas lagi scroll media sosial, mulai dari fashion di tahun itu yang mungkin dilihat “aneh” di zaman sekarang hingga vibes yang terasa berbeda dari tahun ini. Ternyata, fenomena seperti itu ada istilahnya lho! Nostalgia Wave merupakan fenomena yang seringkali muncul karena kita merasa bahwa kondisi saat ini semakin melelahkan, karena hal itulah banyak orang ingin kembali ke masa lalu sebagai masa yang terkesan lebih ringan dan dipenuhi rasa kebebasan. Ngomong-ngomong soal nostalgia, ada satu tahun yang paling sering jadi Strend nostalgia, tahun yang ekspresif dan banyak momen iconic-nya. Yup, 2016 menjadi era yang seolah-olah punya keunikannya sendiri.

What Makes 2016 So Unique?

KawanWH pasti pernah lihat trend “2026 is the new 2016” atau “2016 vibes” yang lagi rame banget dibahas di media sosial. Mungkin banyak yang merasa bahwa tahun 2016 punya kenangan spesial tersendiri kan, tahun yang identik dengan filter Snapchat, Electronic Dance Music (EDM), chokers, the mannequin challenge, dan masih banyak lagi. Lagu-lagu yang populer pada saat itu sangat identik dengan genre pop dan EDM yang pastinya bikin KawanWH jadi pengen nyanyi bareng dan having fun. Ada juga fashion-nya yang unik, orang-orang memakai outfit yang mereka sukai tanpa harus mikirin standar yang ada seperti sekarang, ekspresi jadi nomor satu tanpa tekanan harus perfect.

The Past Feels So Comforting

Nostalgia ke tahun 2016 bukan sekadar trend yang terus menerus muncul, lho KawanWH! Namun, hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penggunaan media sosial. Postingan yang seru, random, dan bebas tidak bisa dirasakan lagi di tahun sekarang yang dimana segala sesuatu harus dipikirkan. Nah, karena hal itu muncul “Nostalgia Wave” sebagai respons terhadap media sosial yang semakin berat. Trend “2026 is the new 2016” yang sebenarnya tidak hanya muncul di tahun ini tapi tahun-tahun sebelumnya, sebuah trend yang muncul karena banyak orang yang seakan-akan ingin menghidupkan kembali vibes di tahun itu, outfit yang bebas hingga music iconic-nya. Di tahun sekarang yang dipenuhi konten repetitif dan berbagai tuntutan algoritma, nostalgia hadir sebagai suatu pelarian karena kurangnya rasa kebebasan itu.

Nostalgia Wave bukan cuma muncul karena ingin kembali ke masa lalu atau sekadar ikut trend throwback, tapi sebagai respons bahwa kondisi saat ini terasa semakin melelahkan. Banyak orang bernostalgia untuk menghadirkan kembali rasa yang bebas dan ekspresi diri di kondisi sekarang, bukan benar-benar kembali ke masa lalu. Bisa aja yang sebenarnya kita rindukan bukan tahunnya, tapi versi diri kita yang lebih bebas dan tidak terbebani oleh tuntutan apa pun. Jadi, KawanWH, Nostalgia Wave ini jadi pengingat kalau di tengah kondisi saat ini, kita bisa menghadirkan rasa kebebasan itu tanpa harus kembali ke masa lalu.