Siapa nih, KawanWH, yang belakangan ini tiba-tiba kepikiran beli notebook lucu atau buka lagi aplikasi catatan di HP? Kalau iya, kalian nggak sendirian. Journaling lagi comeback dan kali ini bukan cuma sebagai tempat curhat sebelum tidur. Menulis sekarang berubah jadi ritual refleksi, alat merapikan hidup, bahkan cara bertahan di tengah pikiran yang makin penuh.

Data dari Accio menunjukkan bahwa minat terhadap berbagai jenis jurnal terus stabil dan cenderung meningkat, terutama jurnal yang berkaitan dengan perencanaan hidup dan kesejahteraan diri. Jenis seperti bullet journal, gratitude journal, dan wellness journal menjadi yang paling sering dicari. Artinya, banyak orang mulai melihat journaling bukan sekadar kegiatan emosional, tapi juga sebagai alat praktis untuk mengatur rutinitas, tujuan, dan kesehatan mental.

Yang menarik, tren journaling hari ini jauh lebih beragam. Kalau dulu identik dengan tulisan panjang tentang perasaan, sekarang journaling hadir dalam bentuk habit tracker, weekly planner, hingga reflection journal yang terstruktur. Accio mencatat bahwa jurnal dengan konsep personal dan fungsional lebih diminati karena membantu pengguna merasa lebih terarah dan terkoneksi dengan diri sendiri.

Di balik kertas bergaris dan stiker warna-warni, ada kebutuhan yang lebih dalam. Banyak orang menggunakan journaling sebagai ruang aman untuk berhenti sejenak, memahami apa yang mereka rasakan, dan mengambil jarak dari hiruk pikuk digital. Aktivitas sederhana ini dipercaya membantu menurunkan stres dan meningkatkan fokus, terutama ketika hidup terasa serba cepat dan melelahkan.
Comeback-nya journaling juga menunjukkan perubahan cara kita memaknai produktivitas. Bukan lagi soal melakukan lebih banyak hal, tapi tentang mengenal diri sendiri dengan lebih baik. Dengan menulis, kita belajar melihat pola hidup dengan lebih tertata, merayakan hal kecil, dan menerima proses perkembangan diri yang tidak selalu rapi.
Jadi, KawanWH, kalau hidup lagi terasa penuh dan isi kepala seolah tak lagi punya ruang kosong, mungkin jawabannya sesederhana mengambil pena dan menulis. Tidak harus panjang, tidak harus sempurna. Karena di tengah dunia yang penuh dengan tuntutan , journaling hadir sebagai pengingat bahwa kita berhak berhenti, refleksi, dan mendengarkan diri sendiri. Comeback journaling kali ini memiliki alasan yang jauh lebih personal.
Reference: https://www.accio.com/business/trending-2025-journals