The Moments We Almost Skip

KawanWH sadar nggak sih kalo kita sering mengatakan “Duh, ini bagus nggak ya?” Padahal sebenarnya kita nggak selalu butuh untuk mengatakan hal itu. Nah, di sini Siti mau kasih tahu tips untuk berhenti mencari kesempurnaan dan melihat sesuatu dengan cara yang lebih jujur, nih! Yuk, simak lebih lanjut KawanWH!

Remove the Filter

Pasti KawanWH sering beranggapan kalau buat menikmati suatu hal itu harus bergantung pada validasi orang lain, entah itu lagu, film, bahkan style. Secara nggak sadar, kalian ngomong “Ini bakal dibilang bagus sama orang lain nggak sih?” Nah, coba deh, mulai sekarang ganti kalimat “Orang lain suka nggak ya?” jadi “Aku suka nggak ya?” Mungkin kelihatan sederhana ya, KawanWH, tapi itu adalah momen yang pas untuk mulai dengerin diri sendiri.

Reframing Imperfection

KawanWH pernah lihat outfit yang “nggak sempurna” nggak? Kayak kaos yang kelihatan kusut, sepatu dengan model chunky, dan celana yang robek sering kali dianggap kurang rapi, bahkan berantakan. Tapi jangan salah, lho, malah banyak yang menjadikan outfit tersebut sebagai identitas streetwear. Dari sini, Siti belajar untuk mengubah perspektif kita terhadap sesuatu. Mungkin menurut satu sudut pandang terlihat aneh, tapi sudut pandang lain bisa dianggap cukup kok!

Small Details, Real Feelings

Siti mau nanya nih, siapa yang di sini sering nonton film? KawanWH sering lihat scene iconic-nya atau justru perhatiin scene kecilnya? Mungkin kita lebih sering nunggu bagian wah-nya ya. Padahal, kalau diperhatiin lagi, bagian yang kelihatannya nggak penting justru bikin semua jadi terasa real. Siti mau ngingetin KawanWH nih, kalau sebuah makna itu nggak selalu datang dari hal yang besar, kadang kita perlu memperhatikan hal kecil. KawanWH bisa coba untuk catat satu hal kecil yang “nyangkut” pas lagi nonton film. Meskipun kelihatannya sepele, tapi hal itu bisa punya makna yang besar, lho!

Nah, dari pembahasan Siti kali ini, KawanWH harus mulai belajar jujur sama diri sendiri, apa yang kalian sukai tanpa harus ikut standar orang lain. Yang paling berarti justru hal kecil yang terkesan “kita banget”. Tapi ingat ya, jujur sama diri sendiri bukan berarti menutup mata dari kesalahan, melainkan memahami dan mau menjadi lebih baik lagi, KawanWH!